Jangan Sekali-kali Menyimpang Dari Panggilan dan Ketetapan Tuhan


1 Raja-Raja 11:1-13

Salomo, raja yang sangat hebat, banyak kelebihan, penuh dengan hikmat, banyak harta, kerajaan yang luas dan kuat, walaupun sudah seperti itu kita akan melihat suatu hal yang membuat Raja Salomo ini gagal dalam mengikuti Allah yang mengangkat dia menjadi raja atas Israel.

Sebelum kita jauh belajar dari perikop yang kita sudah baca tadi, kita mau melihat “criteria/standar” yang dikatakan Allah untuk raja Israel. Syarat pertama adalah jangan mengangkat raja yang bukan dari umat Israel sendiri, yang kedua raja yang diurapi dan dipilih Tuhan itulah raja yang harus diangkat... Ulangan 17:16-17 – Allah sebenarnya memberikan firman ini kepada Musa, jauh sebelum Israel mengangkat raja pertama yang akan memerintah atas mereka. Jumat kemarin kita merenungkan bagaimana hikmat Salomo itu membuat pemimpin bangsa lain kagum, sekarang pertanyaannya, apakah Salomo sebagai raja melakukan apa yang dipertintahkan Allah?
-   Ulangan 17:16 Hanya, janganlah ia memelihara banyak kuda dan janganlah ia mengembalikan bangsa ini ke Mesir untuk mendapat banyak kuda, sebab TUHAN telah berfirman kepadamu: Janganlah sekali-kali kamu kembali melalui jalan ini lagi. (ps. 1 Raj. 3:1 mengambil anak Firaun dari Mesir, 4:26-28)
-   Ulangan 17:17a Juga janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang; (ps. 11:1-4)
-  Ulangan 17:17b emas dan perakpun janganlah ia kumpulkan terlalu banyak. (ps. 12:14 dst – tidak tertandingi kekayaan Salomo
Tuhan tidak marah di saat Salomo punya begitu banyak kuda, isteri dan kekayaan, tapi Tuhan marah di saat Salomo jatuh dalam penyembahan berhala yang disebabkan oleh ketidaktaatannya akan perintah Tuhan.

Hikmat yang dimiliki Salomo belum tentu membuat dia mengambil keputusan yang benar... bagaimana sampai terjadi hal seperti itu?

      1.     Mengabaikan peringatan yang Tuhan firmankan kepada umat Israel. (Ul. 7:3-4 - janganlah kawin-mengawin kepada mereka (konteks - penduduk tanah Kanaan) yang tidak mengenal Allah dan yang menyembah berhala)
Selain itu, Salomo tidak berpegang pada perintah, perjanjian dan ketetapan Tuhan kepada dia pada waktu Tuhan menampakkan diriNya ke-2 kalinya (1 Raj. 3 – pertama kali dan 9:1-9 kedua kali – baca ayat 4-7)

Aplikasi: Jangan mengabaikan perintah-perintah Tuhan sebagai hamba yang Tuhan mau pakai menjangkau suku-suku terabaikan, peringatan apa yang Tuhan sudah berikan bagi kita? Taat dan setia kepada perintah-perintahNya, apakah Tuhan mau pakai hamba yang lemah namun taat dan setia? YA, apakah Tuhan mau pakai hamba yang pandai, pintar, luar biasa, tetapi tidak taat kepada perintah Tuannya? Tentu TIDAK. Bukan hanya kepada Tuhan tapi kepada Lembaga juga. Kenapa? Lembaga dibentuk dengan ketetapan2 sebagai hasil pergumulan dengan Tuhan yang akan membantu dan memimpin kita tetap pada jalan visi-misi lembaga dan tentu visi-misinya Tuhan untuk menyelamatkan suku bangsa di seluruh dunia. Manual tidak dibuat untuk dibaca dan disimpan / diabaikan tetapi untuk dibaca, dimengerti dan dilaksanakan. Arahan2 staff dan pemimpin kita tidak diucapkan hanya untuk didengar masuk ke telinga kiri keluar ke telinga kanan tetapi untuk difahami dan dilakukan sedikit demi sedikit.

2.     Perlahan-lahan mentoleransi dosa yang membuat dia akhirnya jatuh dan gagal. (Ul. 7:5-6 band. ps. 11:4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua) – dia tahu perintah Allah bahwa haruslah robohkan berhala-berhala isteri2nya itu tapi selain dia mengizinkan mereka tetap menyembah berhala2 mereka Salomo juga, ikut serta mengikuti berhala2 bahkan mendirikan tempat penyembahan berhala bagi isteri2nya – 1 Raj. 11:5-8. Semakin dia mentoleransi / mengizinkan kelakuan para isterinya, makin juga hatinya menjauh dari Tuhan (ayat 9), makin lama, makin parah.

Aplikasi: Menjalani panggilan misi tidaklah mudah, namun di saat-saat kita menghadapi tantangan yang ada, apakah tantangan itu makin membuat kita kuat dan yakin akan panggilan kita? Ataukah sebaliknya – membuat kita makin banyak tantangan makin juga kita “menjauh dari panggilan”, memujuk (convince) diri kita bahwa sebenarnya “Tuhan tidak memanggil saya”?

Perlahan-lahan – sedikit demi sedikit dan bertambah-tambah; seperti yang saya bahas tentang dosa yang tersembunyi – dosa yang kecil kalau tidak diselesaikan akan bertambah-tambah, akan beranak-cucu, dan akan membuat kita menuju kebinasaan dan maut... (tidak akan bahas itu lagi)

Kalau kita punya tantangan tentang panggilan dan kita mengelilingi diri kita dengan perkataan orang yang tidak mengerti pekerjaan misi, lama-kelamaan pasti api misi dalam hati kita akan pudar... jangan salah meminta nasihat dari orang lain yang sesungguhnya bisa menjauhkan kita daripada panggilan kita. Bisa itu jadi keluarga kita, teman kita, kekasih kita. Kalau kita terus menerus mentoleransi perkataan-perkataan mereka yang “tidak” mendukung kita sampai kepada tujuan menjangkau suku, maka nanti kita akan seperti Salomo, akan jatuh dan gagal...

Bisikan-bisikan si Iblis kepada kita, “kamu sudah lelah, kamu sudah berusaha sekeras-kerasnya, sampai sekarang tidak ada gereja yang mengutus – gak usahlah menjadi misionaris.. tinggalkan saja itu, lebih baik bekerja, keluargamu yang perlu pertolongan – tolonglah mereka... kalau kamu jadi misionaris kamu gak bisa bantu mereka loh.” Jikalau bisikan atau pikiran2 seperti itu kita izinkan untuk masuk dan tinggal dalam hati dan pikiran kita, pasti kita akan seperti mereka yang lari dari panggilan. Dan benar, apakah mereka yang meninggalkan panggilan dengan satu kedipan mata begitu cepat mereka tidakk lagi mau taat kepada panggilan menjadi misionaris? 

Saya percaya tidak, itu sedikit demi sedikit, bertambah-tambah dalam hati mereka dan akhirnya, mencapai puncak yang membuat mereka “seakan-akan yakin bahwa saya sebenarnya tidak dipanggil.”

Akhirnya, oleh karena kelakuan Salomo, Tuhan mengambil tahkta kerajaan itu dari keturunannya (sebab Salomo menjadi raja seumur hidupnya, sampai dia mati), dan mengangkat musuh-musuh yang melawan Salomo (Hadad, Rezon dan Yerobeam) bahkan mengangkat Yerobeam untuk menjadi raja atas 10 suku Israel setelah kematian Salomo – 1 Raj. 11:26-40

Ringkasannya: Yerobeam bin Nebat - adalah hamba Salomo (ayat 11) dan pengawas semua pekerja wajib dari keturunan Yusuf (ayat 28) dan menjadi raja Kerajaan Israel Utara – Nabi Ahia bertemu dengan dia untuk memberitahukan pesan Tuhan kepada dia, dengan memakai jubah yang baru – namun jubah yang baru itu dikoyakkan sampai 12 dan memberikan 10 koyakkan itu kepada Yerobeam pada waktu bertemu dengan Nabi Ahia ini. Artinya apa? 10 suku akan diberikan kepada Yerobeam sesuai yang dikehendaki hatinya (ayat 37).
Perintah dan ketetapan Tuhan yang diberikan kepada Salomo adalah perintah dan ketetapan yang sama diberikan kepada Yerobeam (ayat 38-39). Setelah kejadian itu, Salomo berusaha (berikhtiar) untuk membunuh Yerobeam tapi Yerobeam melarikan diri ke Mesir yang membuat rencana Salomo tidak berhasil (ayat 40).

Aplikasi: Di saat kita tidak lagi taat kepada panggilan Tuhan, sudah tidak sepenuh hati kita menjalani panggilan yang Tuhan berikan, jangan-jangan (saya tidak berani berkata bahwa pasti akan terjadi, namun berdasarkan FT yang kita renungkan) Jangan-jangan... Tuhan mengangkat yang lain – dan Tuhan tidak lagi memakai kita... panggilan untuk melayani Tuhan, itu adalah anugerah, tapi panggilan untuk melayani Tuhan memenuhi AA, itu adalah anugerah dan pekerjaan yang amat mulia kita ada di jalanNya Tuhan menuju bangsa-bangsa.
   
    1.     Jangan abaikan perintah dan ketetapan Tuhan, menjadi hamba yang sungguh setia dan taat kepada perintah-perintahNya.
   2.   Jangan mentoleransi perkataan2 orang lain dan bisikan2 si Iblis yang akan membuat kita perlahan-lahan meninggalkan panggilan kita.


Apakah Salomo bertobat? – Pengkhotbah : semuanya sia-sia.


Baca - Kisah Para Rasul 13:47


Comments

Popular posts from this blog

Perubahan Status dari Hamba menjadi Sahabat Allah untuk Misi Sedunia

Kasih Karunia Allah melalui Persembahan Misi

Kehidupan Yang Tidak Berkenan Kepada Allah Bagai Ikat Pinggang Yang Lapuk